Jalan-jalan di Melbourne (2)


Myki, kartu sakti jalan2

Jalan-jalan di Melbourne City itu tidak susah. Patokannya adalah Melbourne central station atau Flinders station aja. Dari situ kita bebas bisa bergerak hampir keseluruh kota Melbourne dengan menggunakan kartu Myki.

Kartu Myki adalah kartu perjalanan dalam kota yang sudah terintegrasi. Dengan kartu ini, kita bebas menggunakan kereta api, bis maupun tram, sepanjang saldonya masih ada. Karena stay di Melbourne lebih dari 1 minggu, saya pakai Myki weekly pass, beli 60.6 dollar per minggu untuk zona 1 & 2 sekaligus (jadi bebas muter mau kemana saja). Jika stay kurang dari seminggu dan nggak jalan2 tiap hari, maka disarankan pakai Myki money saja, simpan deposit di kartu Myki dan nanti tiap kali naik dan turun, saldonya akan di debet.

Kalo naik kereta api atau bis, naik tempel kartu Myki-nya, turun juga tempel. Tapi kalo naik tram, cukup 1 kali aja tempel kartunya. #katro juga gapapa deng, namanya juga turiss#


Beli kartu perdana Myki ini bisa di stasiun, toko convinient store dan top up bisa di hampir semua halte ada. Kayaknya Melbourne ini sudah masuk kategori smart city. Semua sudah terkoneksi.


Bicara Transportasi Melbourne
Transportasi di Melbourne sudah cukup canggih, #walopun banyak juga komplen dari penduduknya#.  Bayar sudah pakai Myki smartcard, dikelola oleh ptv, dinas transportasinya victoria. Ketika masuk di peron atau halte atau tram, nggak ada petugas yg mengecek tiket, yang ada adalah petugas yg ngecek orang2 di dalam kereta/ stasiun dia bawa alat utk mengecek apakah kta sudah chek in (nempelin kartu myki kita ke reader) atau belum. Jika belum atau nyelonong atau nggak punya saldo, tinggal pilih, apa mau denda langsung $75 (bayar pakai kartu kredit) atau bayar nanti di pengadilan denda $225.. beuhh...

City Circle, tram no 35 keliling kota Melbourne GRATIS.
Kayak Bandros kalo di Bandung mah kali ya
Tram listrik, jangan lupa nge-tap Myki sekali di dalam
Di dalam tram gratis



Jadwal kereta api sudah ketat & tepat, misal per 7 menit. Bis hanya akan berhenti di halte dan datang pada menit-menit tertentu yang sudah ditempel di bis. Kalo di Suburb minimal per 1/2 jam, kalo malam atau weekend bisa per 1 jam sekali. Jadi orang dipaksa untuk merencanakan kapan mereka harus berangkat, supaya nggak ketinggalan bis yang bisa membuat badan kita beku di halte #lebay

Orang didorong untuk pakai transportasi umum. Harga mobil seken mmg murah, tapi harga parkir di kota dibikin mahal selangit di kota $6 utk 30 menit, $18 perjam. Namun biaya parkir gratis untuk area di sekitar stasiun kereta api di daerah suburb. Bagus ya..

Bawa mobil juga teratur, nggak seperti di Indonesia, orang sini nggak akan berani nyetir melanggar rambu walau polisi jarang banget ada di jalan. Soalnya ada CCTV :-D.

Jadi once melanggar dan ketangkap cctv polisi, dalam 2-3 hari akan ada tagihan denda tilang datang ke rumah. Misal melanggar batas kecepatan, kena $200 yang paling berat adalah melanggar lampu merah dll. Bbrp kali nyoba bawa mobil disini, asa kagok pisan, cape hate merhatiin rambu, takut kena surat cinta #dasar orang negara berkembang#

Masuk tol juga nggak akan ada pintu tol-nya. Ketika masuk tol ya masuk aja.., akan ada kamera akan catat nomor mobil kita, lantas pas udah di rumah kita bisa bayar lewat internet, atau jika tidak dibayar akan datang juga tagihan tol ke rumah kita. Ini berarti alamat orang2 melbourne udah valid, dan juga stnka langsung balik nama ketika berpindah tangan. #kapan ya Endonesia bisa maju begini#

udah dululah.. bersambung..


No comments: