Kerja-kerja di Melbourne

Ketika jalan-jalan di Melbourne, terasa banget bahwa Bandung itu padet banget. Apalagi Jakarta. Kota ini penduduknya 4.3 jt, tapi pas rush hour kok nggak kelihatan macet. Pulang ke rumah di suburb pake kereta api sekitar 30 menitan sudah sampe.

Di suburb juga nyaman. Standard rumah di suburb nggak ada yang kecil, yang sederhana 400 meter persegi dengan aturan space antar tembok tetangga minimal 2 meter. Rumah yang mewah  bisa sampai 1000 m2 dengan dinding dari bata semua, kalo rumah standar, diding bata-nya cuman bagian terluarnya saja, sekat bagian dalam dari gypsum. Simple jadinya.
Rumah tipe sederhana di Clayton, suburb 20 km (30mnt) dr melbourne, 
Kalo di Bandung kayaknya udah nggak ada perumahan yang sediakan rumah tipe 400 ya..


Australia adalah negara yang memiliki standar hidup dan kesejahteraan yang baik. UMR mereka cukup tinggi. Lulusan SMA bila mau kerja bisa mendapatkan $25 per jam. Yang tidak bekerja (pengangguran, mahasiswa dan pensiunan) mendapatkan tunjangan dari pemerintah $625 per 2 minggu. Enak ya.. tunjangan pengangggur  nya saja Rp13 juta perbulan,  itulah mengapa banyak gembel pengangguran Australia bisa jadi turis dan mendapatkan hidup yang layak di Bali. Di Bali mereka kita sembah-sembah, padahal di Australia sini mereka penganggur.:-D

Jika punya anak pemerintah sini memberikan tunjangan tambahan 850ribu per 2 minggu untuk uang susu-nya. Enak banget.. berasa pajak itu dikembalikan untuk rakyat ya..

UMR lulusan SMA sekita 3000 dollar, kerja tukang dan kasar ya dibayar 25 s/d 100 dollar per jam. Katanya sih kl full tiap hari  mau kerja min 6 jam, bisa dapat 5000-6000 dollar sebulan.
Bapak kost saya di Clayton, bisnisnya adalah punya 1 truk angkutan, kalo narik  dapat upah $80 perjam, minimal 6 jam per hari. Kayaknya hampir tiap hari ada aja orderan. Dengan usaha sederhana itu, Sudah cukup untuk hidup layak, punya rumah 400m2 dan 2x setahun liburan ke luar negeri. Beneran...!

Dengan biaya gaji yang tinggi, maka orang disini dituntut kerja efisien dan tuntas, nggak perlu lembur, kalo perlu dikerjakan sendiri. Bisa sih.. nyuruh orang bersihin taman atau nyetrika, tapi nyesek aja kalo keluar uang 100 dollar (sejuta rupiah) untuk ngerjain itu.

Yang masih membuat saya nggak ngerti, bagaimana pengusaha itu mensiasati biaya gaji yang tinggi itu, berapa laba kotor yg harus dia hasilkan untuk membayar karyawannya? gimana kalo pendapatannya ngga nutup buat biaya karyawan.. wah.. memang enak jadi karyawan aja di Aus ini.

Nah.. misi saya disini adalah, untuk mendapat peluang bisnis / pekerjaan dari Australia,  yang bisa dikerjakan Offshore di Indonesia. Kita bisa dapat dollar, orang Australia bisa dapat biaya yg sedikit lebih murah. Pekerjaan yg ingin didapatkan adalah yang berbau IT  dan tidak memerlukan bahasa inggris yang intens, seperti: programming, coding, data entry, development web, Sistem informasi, jasa keamanan sistem informasi dll. Beberapa prospek sudah terlihat.. tinggal diolah lebih lanjut. Alhamdulillah juga, kemarin dapat beberapa prospekan untuk orderan SepatuCustom.com. Doakan ya prens... mudah2an berhasil... Demi devisa Indonesia jaya selamanya ... jiaahhh






1 comment:

Dewi Aja said...
This comment has been removed by a blog administrator.